Agustina A. B.

Perjalanan Panjang Menuju Farmasi UGM

by on Apr.21, 2013, under Life Story

Saat-saat kelas 3 SMA adalah masa-masa menegangkan, membingungkan, dan sangat emosional. Hal yang paling membuat galau tentu memilih jurusan. Sejak kelas 2 SMA, saya bercita-cita masuk STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik). Alasannya sederhana, disana sekolahnya gratis dan ada ikatan dinas pula. Ikatan dinas, kata kunci paling penting. Saya sudah mempersiapkan banyak hal untuk masuk kesana. Mulai dari soal-soal ujian masuknya hingga kos-kosan dekat STIS. Namun, banyak orang bilang bahwa kuliah statistik susah sekaligus membosankan. Saya tidak tahan dengan hal-hal yang membosankan. Hingga akhir semester 1 kelas 3 pun saya belum bisa memutuskan akan mendaftar kemana. Banyak orang menyarankan untuk mengambil kedokteran. Tapi saya sangat yakin itu bukan passion saya. Samar-samar saya mulai berpikir tentang Farmasi UGM. Alasannya karena teman dekat ibu saya lulusan Farmasi UGM dan sekarang menjadi orang yang ‘berhasil’. Prinsip saya saat itu, daftar apapun, sebanyak-banyaknya, yang kira-kira available dan masuk akal đŸ˜€

Akhir semester 1 dibuka pendaftaran PPKB UI. Saya lupa kepanjangannya, intinya semacam PMDK alias jalur masuk tanpa tes (jalur undangan). Saat itu saya termasuk ranking atas di SMA N 1 Solo dan berkesempatan untuk mendapatkan undangan. FYI, tahun itu SMA saya mendapat 11 undangan, 7 undangan untuk IPA dan 4 untuk IPS. Kesempatan untuk diterima dari SMA saya memang cukup besar, bisa dikatakan tiap tahun hampir 100% undangan diterima. Syaratnya, tidak boleh ada jurusan yang didaftar lebih dari 1 orang. That’s the problem. Saya dan 2 orang teman lain memilih kedokteran. Bagi saya, karena Jakarta itu sangat jauh dari rumah, sekalian daftar prodi paling bagus disana. Toh saya juga ga pingin-pingin amat. Beberapa minggu kemudian, hari Jumat, pengumuman penerimaan bisa dilihat di internet. Yups, saya tidak diterima. Salah seorang teman yang memilih kedokteran juga tidak diterima. Sembilan lainnya diterima. Yang membuat saya terharu, seorang ibu guru keesokan harinya berkata, “Yang bisa sukses bukan cuma dokter. Nanti pasti kamu diterima di tempat yang lebih baik mbak”. Saya hanya bisa mengamini sambil menahan air mata yang hampir menetes.

Sejak bulan Januari hingga bulan Maret saya selalu belajar mati-matian. Meskipun tidak terlalu berniat masuk KU UI, tapi ketika gagal ternyata sakit juga. Saya tidak mau gagal lagi. Saya tidak mau setengah-setengah. Tiap hari saya mentarget untuk menyelesaikan minim 30 soal SPMB, UM, SIMAK, dan sejenisnya. Oh ya, saat pendaftaran SIMAK saya akhirnya memilih Kedokteran dan Farmasi. Untuk UM, saya hanya pilih Farmasi. Hanya satu? Ya, karena saya lebih yakin diterima kedokteran UGM daripada UI. Jika saya diterima Kedokteran UGM, hilanglah kesempatan masuk Farmasi UGM, yang entah kenapa tiba-tiba jadi kepingin banget masuk sana.

Tidak terasa Ujian Nasional tiba. UN diadakan pada weekdays dan tepat akhir minggu saya mengikuti UM di Jogja. Grogi, tapi saya sudah hafal tipe-tipe soal UM yang sudah saya kerjakan hingga ribuan kali. Pelajaran yang saya ambil, it’s all about mentality. Belajar lebih untuk mempersiapkan mental. Awalnya, saya berniat melepas soal fisika. Tapi disana saya malah lancar mengerjakannya. Soal biologi malah nol besar, hanya 1 atau 2 yang saya jawab. Dua minggu kemudian, saya ke Jogja lagi untuk tes SIMAK. Entah kenapa saya sangat santai. Saya bahkan berkata pada bapak saya, “Pak, nek aku ra ketompo kedokteran rapopo to?” sambil senyum-senyum. Bapak saya ikut senyum. Tapi saya tahu beliau sangat ingin saya jadi dokter.

Selang beberapa minggu. Bulan April 3 tahun lalu. Saya dinyatakan diterima sebagai mahasiswa Farmasi UGM. Sungguh perasaan yang luar biasa. Senang. Bangga. Sangat emosional. Namun ini hanyalah awal kisah petualangan  baru di tempat yang jauh dari rumah….

:, ,

2 comments for this entry:

  • Boni

    Selamat sudah masuk ke Farmasi UGM. Waduh, senang banget ya pastinya.. đŸ™‚ Setelah perjalanan panjang dan berliku. Akhirnya kamu sampai juga di UGM. Selamat menjadi mahasiswa di kampus biru. Kalau saya sudah jadi alumni sekarang. Hehe..

    • Agustina A. B.

      Makasih mas udah mau mengunjungi blog saya. Saya lama ga buka blog ini hehehe.

      Semoga taun depan saya jg bisa nyusul mas jd alumni. hehehe

      Salam kenal,
      Tina

Trackbacks / Pingbacks

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...