Agustina A. B.

Mau Ujian Skripsi? Baca Dulu

by on Dec.13, 2013, under Education

Waaah udah lama banget ga nulis di sini. Maklumlah, lagi intensif skripsi. Setelah perjalanan panjang skripsi, gonta-ganti dosen sejak semester 4, akhirnya bentar lagi mau pendadaran niiih….

Karena banyak yang nanya gimana alur buat skripsi, sekalian biar aku ga lupa kalau ditanyain, aku tulis gimana caranya ngajuin skripsi secara administratif. Ini cuma berlaku di fakultasku ya, di Farmasi UGM, dengan catatan peraturannya belum ganti.

Setelah fix banget dosen dan topik beserta hal-hal lainnya (misal proyeknya gimana, ngelab dimana, yang bayar siapa 😀 ), silakan ajuin proposal ke akademik. Inget ya, pembimbingnya harus sudah fix. Kalau masih ada kemungkinan untuk ganti, jangan ngumpulin proposal dulu. Proposal bisa dikumpulin sebelum, selama, atau setelah ngelab, terserah pembimbingnya. Biasanya sewaktu ngelab sih enaknya. Tapi sebelumnya harus udah ambil mata kuliah skripsi. Yang harus dikumpulin sewaktu ngajuin proposal: proposal skripsi rangkap 2 dijilid seperti PKM dengan cover warna biru laut (kalau belum ganti), halaman pengesahan proposal lepasan sebanyak 2 lembar (fotokopian aja gapapa). Habis ngumpulin proposal, ntar dapet surat bukti penerimaan dan form penilaian proposal. Form penilaian proposal nanti diserahin ke pembimbing, terserah kapan aja boleh, ga usah buru-buru.

Setelah penelitian selesai, draft udah jadi, dan udah revisi, bisa daftarin judul untuk dirapatkan siapa pengujinya. Kalau revisinya belum selesai banget daftar aja gapapa, tapi terserah pembimbingnya juga sih. Yang harus disertakan: draft skripsi lengkap yang di-acc dosen pembimbing di cover-nya (halaman depan2, seperti pengesahan, pernyataan, kata pengantar, dll juga disertakan), formulir penguji (perlu ttd penguji), surat selesai penelitian/bebas lab dari lab yang digunakan untuk penelitian skripsi, intisari lepasan yang ada nama & nim rangkap 12. Biasanya rapat penguji hari kamis minggu kedua dan minggu keempat, tapi terakhir ngumpulin ke akademik bisa jumat minggu sebelumnya atau senin minggu tersebut.

Nah, setelah pengujinya keluar, ditunggu dulu surat undangan akademik buat disampaikan ke masing-masing penguji. Setelah itu, kita bisa janjian sama penguji untuk sidang kapan. Setelah ditentukan waktunya, kita daftar ujian tertutup. Ambil form pendaftaran ujian tertutup dan peminjaman ruangan di akademik. Kemudian minta tanda tangan ke pihak-pihak yang bersangkutan. Nanti form-nya dikembalikan ke akademik dan kita akan dapat absensi untuk ujian. Undangan (dimasukin amplop) dan draft dikasih ke penguji. Untuk peminjaman ruangnya, lebih baik booking mulai 1 jam sebelum ujian. Misal ujiannya jam 11, booking-nya dari jam 10. Kemarin sempat kejadian ada yang pakai ruangan sampai jam 11, padahal aku udah booking lebih awal buat ujian jam 11 😡

Sewaktu ujian tertutup, jangan lupa bawa berita acara, daftar nilai difotokopi rangkap 2 x jumlah penguji, dan absensi. Lebih baik lagi kalo dikasih map untuk masing-masing penguji. Trus ujian deh…. Tips buat ujiannya, mending ga usah belajar karena teori-teori ga ditanyain. Yang njlimet-njlimet juga ga ditanyain soalnya penguji juga ga baca sampai detail :mrgreen:. Setelah selesai ujian, akan diumumkan apakah bisa lanjut ke sidang terbuka/ tidak, dan perlu revisi atau tidak.

Habis itu, draft direvisi dan diserahkan ke penguji yang minta (pengalaman ga semua minta). Sambil nunggu revisian, bisa minta blanko ujian terbuka di akademik, diisi, dan dimintakan tanda tangan. Setelah revisian kelar, skripsi dijilid baru bisa daftar ujian terbuka ke akademik. Kemarin aku jilid 7 buah: 2 buat akademik, 4 buat penguji, 1 buat aku. Ada beberapa unit yang minta skripsi dan mungkin penguji ada yang nggak minta, jadi boleh lho kalau mau ditanyain dulu daripada ntar ditolak skripsinya 😀

Di hari ujian terbuka, persiapan cukup ribet karena yang datang lebih banyak. Di sini sangat perlu bantuan tim sukses biar semuanya lancaaar :D. Habis ujian, minta tanda tangan ke semua penguji (kalau pengujinya mau). Kalau bisa minta tanda tangan di tempat ujian terbuka sekalian, biar ga usah berat-berat bawa skripsi ke ruangan dosen-dosen. O ya, jangan lupa minta lembar penilaian ke ketua sidang (yang ada nilai A/B/C). Kemarin sih aku lupa minta, tapi untungnya malah dikasih ketua sidang. Setelah beres-beres ruang sidang (jangan sampai ada yang ketinggalan di ruang sidang ya :)) kemudian nilai itu segera dikasih ke akademik buat jaga-jaga kalau ketua sidang belum nyerahin. Alhamdulillah kemarin ketua sidang juga udah langsung ke akademik buat nyerahin nilai 😀

Skripsi dititipin ke dekanat buat ditandatangani Pak Dekan, diserahkan ke pihak-pihak yang membutuhkan, dan… fyuuuh… selesai deh urusan skripsi.

:,

1 comment for this entry:

Trackbacks / Pingbacks

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...