Agustina A. B.

Bikin Paspor Yuk

by on Feb.03, 2014, under Life Story

Sebagai orang yang pengen bisa keliling dunia, minimal Eropa gitu lah ya, punya paspor tentu hal yang wajib. Beberapa tahun lalu aku selalu bilang besok akan segera bikin paspor tapi ga bikin-bikin juga sampai beberapa bulan lalu. Aku udah ada plan untuk cari paspor bulan Februari 2014, tapi karena ada hal mendesak yang membutuhkan paspor, akhirnya aku bikin paspor bulan Oktober 2013. Lebih baik cari paspor sedini mungkin meskipun belum ada rencana keluar negeri, daripada pas dibutuhkan masih belum punya.

Aku banyak membaca tips-tips bikin paspor di internet. Akhirnya aku putuskan untuk membuat paspor online 48 halaman. Kenapa online? Online katanya lebih cepat dan hanya perlu 2 kali ke Kantor Imigrasi (Kanim). Pertama untuk wawancara dan kedua untuk ngambil paspor yang udah jadi.Kata temenku yang kerja di luar negeri, lebih baik bikin yang 48 halaman. 24 halaman katanya cuma bisa buat pindah negara 4x langsung habis.

Persiapkan dulu semua dokumen-dokumen persyaratan dan jangan lupa discan: KTP, KK, akte kelahiran, dan surat ijin dari atasan. Kalau namanya ada perubahan, harus nyantumin ijasah dari SD sampai pendidikan terakhir (katanya sih). Laman untuk registrasi ada di sini. Di situ kita bisa pilih untuk wawancara hari apa. Sediakan waktu seharian dari pagi hingga sore. Jangan lupa untuk mencetak formulir online dan dibawa waktu ke Kanim.

Waktu itu, pagi hari jam 8 tanggal 8 Oktober 2013 aku udah sampai di Kanim Jogja. Kata temen-temen, harusnya bikin dulu surat pengantar dari fakultas. Tapi karena aku butuh cepat paspor, aku ga sempet bikin karena surat itu butuh tanda tangan wakil dekan dan baru jadi beberapa hari. Sampai di Kanim, ternyata masih harus isi formulir tulis tangan lagi. Kemudian formulir dan berkas-berkas lain dimasukin map yang sudah disediakan (map dan formulir gratis) dan dikumpulkan ke petugas. Dan ternyata….. punyaku ditolak karena ga ada surat pengantar dari kampus. What the…. Tapi pak petugasnya bilang, karena aku berasal dari Solo yang di sana juga ada Kanim, aku ga perlu surat pengantar jika bikin paspor di Solo. Okedeh. Akhirnya aku buat permohonan untuk bikin surat pengantar.

Tapi keesokan harinya, aku pergi ke Kanim Solo biar bisa dapet paspor lebih cepat. Tentu aku isi formulir online lagi karena formulir itu hanya berlaku di tempat dan waktu yang diisikan. Kanim Solo relatif lebih sepi daripada Jogja. Sampai disana…. jeng jeng jeng….. ternyata juga disuruh bikin surat pengantar! Aduh udah capek-capek ke Solo pagi-pagi buta, ditolak lagi. Akhirnya dengan memelas aku melobi mbaknya petugas Kanim. Untunglah, meskipun judes mbaknya memperbolehkan aku daftar tapi harus ada surat keterangan orang tua. Aku berkelana menyeberangi Solo dari ujung barat ke ujung timur buat minta tanda tangan bapak ibu. Habis itu balik lagi ke Kanim. Berkas dikumpulin dan aku disuruh balik lagi jam 2 untuk wawancara. Alhamdulillah….

Sekitar setengah 2 aku ke Kanim lagi buat foto dan wawancara. Aku sengaja pakai baju gelap karena background fotonya putih (penting banget ya lol). Sebelum foto, bayar dulu 225ribu. Antrinya cuma sedikit. Foto cuma semenit. Wawancara juga cuma bentar, cuma ditanya mau kemana, mau ngapain. Ngarang deh pokoknya. But I got a problem. Namaku kepanjangan :sad:. Namaku ada 31 karakter termasuk spasi, tetapi sace-nya cuma 30 karakter. Kata mas-mas petugasnya, nanti ada note di pasporku. Paspor akan jadi dalam waktu 5 hari kerja. Sayangnya, ada libur tanggal 15 dan paspor baru bisa diambil tanggal 17. Tanggal 17 aku ke Kanim lagi dan paspor beneran udah jadi (ya iyalah!). Alhamdulillah…. Semoga pasporku bisa terisi dalam waktu dekat 😀

:

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...