Agustina A. B.

Archive for April, 2014

Koleksi Kartu Pos

by on Apr.08, 2014, under Postcrossing

Nggak terasa ternyata udah lebih dari 10 bulan aku join Postcrossing. Banyak kartu pos datang dari berbagai negara. Tetapi karena pemilik akun Postcrossing banyak yang berasal dari Rusia, Cina, Jerman, Belanda, lama-lama ingin dapat kartu dari negara lain, yang agak aneh-aneh itu. Waktu tunggu di Postcrossing juga lama bangeeet, kirim hari ini, bisa dapet kartu 3-4 bulan kemudian. Akhirnya aku ikut direct swap di Facebook sehingga bisa dapat kartu pos dari banyaki negara. Efek surprise-nya kurang karena kita sudah memilih kartu pos mana yang kita mau. Meskipun sama-sama dapet dari suatu negara, kalau official itu lebih greget. Gapapa deh, lagian yang ini lebih cepet nyampek karena kita ga harus nunggu kartu yang kita kirim nyampek duluan ke mereka. Tapi untuk direct swap harus lebih hati-hati karena banyak juga orang yang gak baik di luar sana alias mau nerima gak mau kirim.

Awalnya aku pingin ngumpulin kartu pos dari semua negara. Tapi ternyata negara di dunia itu banyak bangeeet ya, sekitar 190an. Ongkos kirim kartu pos juga naik, sekarang 9000 ke Eropa. Tekor lah. tapi tetep aja kirim gak kapok-kapok. Sejauh ini koleksiku yang masih sedikit ini udah dapet dari negara:

  1. Algeria
  2. Austria
  3. Belarus
  4. Belgium
  5. Brazil
  6. Bulgaria
  7. Canada
  8. Czech Republic
  9. China
  10. Denmark
  11. Estonia
  12. Finland
  13. France
  14. Germany
  15. Greece
  16. Hongkong
  17. Hungary
  18. Indonesia
  19. Italy
  20. Japan
  21. Lithuania
  22. Macau
  23. Malaysia
  24. Mexico
  25. Morocco
  26. Netherlands
  27. New Zealand
  28. Norway
  29. Philippines
  30. Poland
  31. Portugal
  32. Russia
  33. Spain
  34. Taiwan
  35. Thailand
  36. Ukraine
  37. United Kingdom
  38. United States

Updated on June 15, 2014.

Sayangnya kartu pos official dari Italia agak-agak aneh. Si pengirim dengan ID Italia ngirim kartu pos dalam amplop dengan prangko Vatikan (lumayan sih prangkonya) tapi isinya kartu pos Jerman. Nah lo gimana tuh. Yang lebih aneh lagi, kartu pos Jerman-nya itu ada prangkonya, udah tertempel, semacam maxi card gitu. Ya sudahlah gapapa.

Aku juga punya kartu pos dari Swis, tapi diberikan temenku yang pergi ke sana tapi gak dikirim, gak mint juga karena dia aku suruh tanda tangan di kartu posnya. Ada juga kartu post dari Irlandia yang dikirim (direct swap) dari Irlandia Utara, jadinya termasuk dikirim dari UK.

Sekian sekilas info koleksiku. Kalau ada waktu, aku post foto-foto kartu posnya.

5 Comments :, more...

IELTS: Ini Ceritaku (part 2 – habis)

by on Apr.03, 2014, under Education

Setelah kemarin bercerita tentang persiapan ujian IELTS, sekarang saya akan berbagi pengalaman saat ujian IELTS.  Tes IELTS di Yogyakarta diadakan di beberapa tempat, yaitu di Real English (IONs), IDP Education (UKDW), dan di Edlink+ConneX (Jl. Poncowinatan deket Pasar Kranggan). Bulan Januari 2014, saya datang ke IONs untuk mendaftar IELTS Maret, ternyata sudah full dan bulan Februari juga full. Akhirnya ke Edlink dan hanya ada jadwal tes Februari, sedangkan Maret belum ada rencana (belakangan saya tau kalau tes Maret di Edlink tidak ada). Syarat pendaftaran: fotokopi KTP/ paspor dan tentu saja uang (peraturan baru tidak perlu bawa foto). Lebih baik bayar pakai GBP karena kurs yang dipakai IALF lebih mahal.

Seminggu sebelum ujian dimulai, peserta akan diberitau pihak Edlink lokasi, waktu ujian, apa yang harus dibawa dan nggak boleh dibawa. Biasanya ujian dilaksanakan di LPPMP UNY. Peserta diminta untuk datang pukul 7. Ternyata absensi baru dimulai sekitar jam 8. Kita akan diminta menunjukkan KTP/ paspor (sesuai yang digunakan saat mendaftar), difoto, dan discan sidik jarinya sehingga kita tidak akan bisa tes IELTS lagi dimanapun dalam jangka 3 bulan. Meskipun pesertanya cuma 8, tapi absensi cukup lama karena mas bulenya ga bisa pakai kamera SLR 😕

Setelah absensi, peserta menitipkan barang bawaan di tempat yang disediakan dan segera masuk ruang ujian. Pengawas ujian juga cuma 1 orang (mas bulenya itu). Sebelum setiap bagian dimulai, mas bule akan membacakan peraturan ujian. Pertama Listening dulu 4 Sections dan kita diberi waktu 10 menit untuk memindah jawaban ke Answer Sheet. Jadi, saat soal diperdengarkan, jawaban bisa ditulis di soalnya. Kemudian soal Listening diambil dan diganti soal Reading. Ada 3 Sections dalam Reading dan waktunya 60 menit tanpa alokasi waktu untuk memindah jawaban. Kalau Reading sebaiknya jawaban langsung ditulis di Answer Sheet. Kemudian langsung lanjut Writing 60 menit untuk menulis 2 topik.

Setelah 3 bagian tanpa istirahat yang cukup melelahkan, akhirnya ada break sebelum Speaking. Masing-masing peserta diberi perkiraan kapan mulai ujian Speaking, tapi diminta sudah siap sejam sebelumnya. Kebetulan saya dapat giliran pertama (ujian menurut abjad) jadi bisa langsung ujian dan pulang. Speaking hanya sekitar 14-15 menit, tetapi saya kemarin hanya 12 menit karena udah speechless. Penguji Speaking adalah mas bulenya tadi, jadi kita sudah lumayan familiar dengan dialek masnya. Saat Speaking kita juga akan direkam, tapi katanya itu bukan untuk kita tetapi untuk assessment pengujinya. Setelah itu kita disuruh keluar, dan mungkin mas bule sedang menimbang-nimbang mau kasih nilai berapa, karena peserta selanjutnya nggak segera disuruh masuk.

Tes IELTS butuh waktu cukup lama. Untuk itu, tubuh harus fit saat ujian. Nggak usah panik karena suasana nyantai banget bro bahkan lebih santai daripada saat saya tes TOEFL ITP. Keep calm and do your best.

 

6 Comments : more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...