Agustina A. B.

IELTS: Ini Ceritaku (part 2 – habis)

by on Apr.03, 2014, under Education

Setelah kemarin bercerita tentang persiapan ujian IELTS, sekarang saya akan berbagi pengalaman saat ujian IELTS.  Tes IELTS di Yogyakarta diadakan di beberapa tempat, yaitu di Real English (IONs), IDP Education (UKDW), dan di Edlink+ConneX (Jl. Poncowinatan deket Pasar Kranggan). Bulan Januari 2014, saya datang ke IONs untuk mendaftar IELTS Maret, ternyata sudah full dan bulan Februari juga full. Akhirnya ke Edlink dan hanya ada jadwal tes Februari, sedangkan Maret belum ada rencana (belakangan saya tau kalau tes Maret di Edlink tidak ada). Syarat pendaftaran: fotokopi KTP/ paspor dan tentu saja uang (peraturan baru tidak perlu bawa foto). Lebih baik bayar pakai GBP karena kurs yang dipakai IALF lebih mahal.

Seminggu sebelum ujian dimulai, peserta akan diberitau pihak Edlink lokasi, waktu ujian, apa yang harus dibawa dan nggak boleh dibawa. Biasanya ujian dilaksanakan di LPPMP UNY. Peserta diminta untuk datang pukul 7. Ternyata absensi baru dimulai sekitar jam 8. Kita akan diminta menunjukkan KTP/ paspor (sesuai yang digunakan saat mendaftar), difoto, dan discan sidik jarinya sehingga kita tidak akan bisa tes IELTS lagi dimanapun dalam jangka 3 bulan. Meskipun pesertanya cuma 8, tapi absensi cukup lama karena mas bulenya ga bisa pakai kamera SLR 😕

Setelah absensi, peserta menitipkan barang bawaan di tempat yang disediakan dan segera masuk ruang ujian. Pengawas ujian juga cuma 1 orang (mas bulenya itu). Sebelum setiap bagian dimulai, mas bule akan membacakan peraturan ujian. Pertama Listening dulu 4 Sections dan kita diberi waktu 10 menit untuk memindah jawaban ke Answer Sheet. Jadi, saat soal diperdengarkan, jawaban bisa ditulis di soalnya. Kemudian soal Listening diambil dan diganti soal Reading. Ada 3 Sections dalam Reading dan waktunya 60 menit tanpa alokasi waktu untuk memindah jawaban. Kalau Reading sebaiknya jawaban langsung ditulis di Answer Sheet. Kemudian langsung lanjut Writing 60 menit untuk menulis 2 topik.

Setelah 3 bagian tanpa istirahat yang cukup melelahkan, akhirnya ada break sebelum Speaking. Masing-masing peserta diberi perkiraan kapan mulai ujian Speaking, tapi diminta sudah siap sejam sebelumnya. Kebetulan saya dapat giliran pertama (ujian menurut abjad) jadi bisa langsung ujian dan pulang. Speaking hanya sekitar 14-15 menit, tetapi saya kemarin hanya 12 menit karena udah speechless. Penguji Speaking adalah mas bulenya tadi, jadi kita sudah lumayan familiar dengan dialek masnya. Saat Speaking kita juga akan direkam, tapi katanya itu bukan untuk kita tetapi untuk assessment pengujinya. Setelah itu kita disuruh keluar, dan mungkin mas bule sedang menimbang-nimbang mau kasih nilai berapa, karena peserta selanjutnya nggak segera disuruh masuk.

Tes IELTS butuh waktu cukup lama. Untuk itu, tubuh harus fit saat ujian. Nggak usah panik karena suasana nyantai banget bro bahkan lebih santai daripada saat saya tes TOEFL ITP. Keep calm and do your best.

 

:

6 comments for this entry:

Trackbacks / Pingbacks

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...