Agustina A. B.

Tips Mendapatkan LoA

by on Jul.13, 2014, under Education

Sepertinya tulisan semacam ini sudah banyak di internet. Bahkan saya dulu juga belajar dari situ juga. Saya mau cerita versi saya, terutama yang saya alami. So, ini buka copas ya!

LoA adalah singkatan dari Letter of Acceptance, yaitu surat pernyataan diterima di suatu universitas dan diterbitkan oleh universitas tersebut (bukan oleh supervisor (dosen)). Beberapa beasiswa mensyaratkan LoA (misal NFP, StuNed), beberapa lainya bersifat optional (misal LPDP, Chevening), dan yang lain tidak mensyaratkan (misal Erasmus). Untuk kebutuhan optional, jika LoA sudah dimiliki, biasanya kemungkinan diterima beasiswa akan meningkat. Untuk beasiswa yang tidak mensyaratkan LoA, biasanya LoA akan dibantu/diuruskan oleh provider beasiswa.

 

Menentukan Tujuan Belajar

Ini adalah langkah paling penting dan menurut saya paling susah. Tentukanlah dulu bidang yang ingin dipelajari, semakin spesifik semakin baik karena pencarian akan semakin mudah. Misalnya, saya mencari bidang kimia analisis yang menggunakan sampel-sampel farmasi, tetapi tidak terlalu banyak membahas alat-alatnya (tidak terlalu instrumental). Dari beberapa universitas, pilih yang paling cocok, atau kalau mau daftar aja semuanya. Kalau saya menggunakan beberapa preferensi, misalnya saya memilih universitas tanpa application fee, tanpa perlu mengirim berkas ke universitas, adakah beasiswa, dan perkuliahan menggunakan bahasa Inggris.

Jika masih bingung dengan bidang yang ingin diambil, mungkin bisa melanjutkan bidang yang ditekuni di jenjang sebelumnya, atau ingin berkarier di bidang apa. Lebih baik diskusikan dengan orang yang ahli di bidang tersebut, misalnya dosen. Biasanya beliau juga mempunyai informasi tentang universitas yang ahli di bidang tersebut. Jika bidang yang diinginkan tidak menyediakan kuliah, universitas di Inggris dan Australia menyediakan Master by Research. Jika di universitas tersebut ada ahli di bidang yang anda inginkan, sebaiknya hubungi beliau untuk menanyakan apakah bersedia menjadi supervisor.

 

Persiapkan Dokumen

Salah satu preferensi lainnya dalam memilih universitas adalah dokumen yang diminta. Saya memilih universitas yang meminta dokumen-dokumen standar aja. Dokumen-dokumen ini dijelaskan di web universitas. Dokumen yang biasa diminta saat aplikasi biasanya adalah sebagai berikut:

  1. Ijasah dan transkrip*. Selain yang asli, diperlukan terjemahan dalam bahasa Inggris. Kalau universitas saya, terjemahan bisa diminta di kantor akademik fakultas.
  2. Sertifikat bahasa*. Untuk program berbahasa Inggris, hampir semua universitas menerima TOEFL iBT atau IELTS. Universitas di US lebih menyukai TOEFL sedangkan universitas di Inggris dan Australia lebih menyukai IELTS. Untuk masalah keimigrasian, mulai 1 Juli 2014, imigrasi Inggris sudah tidak menerima TOEFL sebagai bukti kemampuan berbahasa. Jadi, yang ingin sekolah di UK memang harusĀ  mengambil IELTS.
  3. Surat rekomendasi*. Biasanya dimintai 2 surat rekomendasi dari dosen selama S1. Untuk yang sudah bekerja, salah satu rekomendasi bisa berasal dari atasan tempat bekerja. Ikutilah petunjuk dari universitas terkait surat ini, apakah ada form/tidak, apakah perlu dikirim langsung oleh dosen, apakah bisa lewat email atau harus lewat pos. Jika dikirim lewat email, biasanya harus dikirim dari email dengan domain universitas (misal xxx.ac.id).
  4. Personal statement atau motivation letter. Ini merupakan tulisan yang berisi alasan memilih program atau universitas.
  5. GRE atau GMAT. GMAT mirip GRE tetapi hanya untuk bidang manajemen. Sejauh yang saya ketahui, universitas di US dan beberapa di Jerman dan Swis meminta sertifikat ini.
  6. Surat kesanggupan dari supervisor. Untuk program Master by Research, surat ini penting untuk dilampirkan (beberapa universitas mewajibkan).
  7. Proposal penelitian. Untuk program Master by Research, proposal penelitian sifatnya wajib.

*pasti diminta oleh universitas

 

Apply Now

Beberapa universitas membuka pendaftaran sepanjang tahun. Jika sudah yakin dengan pilihan anda, silakan mendaftar. Beberapa universitas menerima aplikasi yang tidak lengkap, sehingga jika diterima status anda adalah mendapat conditional offer. Kekurangan dokumen harus dilengkapi sebelum kuliah. Sewaktu saya mendaftar, saya hanya melampirkan transkrip hingga semester 6 saja dan diterima (meskipun masih kurang IELTS, ijasah dan rekomendasi).

Beberapa universitas akan mengadakan interview sebelum anda diterima. Bahkan ada yang interviewnya di universitas yang dituju, dengan biaya akomodasi ditanggung universitas! Seru kan, udah daftarnya gratis, bisa jalan-jalan gratis.

 

Menurut saya, diterima di universitas tidak terlalu sulit. Saya mendaftar di beberapa universitas dan diterima meskipun berkas belum lengkap. So, take an action now!

 

:

5 comments for this entry:

Trackbacks / Pingbacks

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...