Agustina A. B.

One Day from North to South

by on Sep.16, 2014, under Life Story

Minggu ini adalah minggu enrollment week yang kegiatannya tidak penuh satu minggu. Karena kemarin kebetulan tidak ada agenda, akhirnya saya coba-coba melihat kota London lebih jauh. Target saya sebenarnya Emirates Stadium punya Arsenal, tetapi berencana berhenti di beberapa landmark kota London. Hop on hop off gitu ceritanya. Mulai dari pagi jam 8an, saya keluar menuju tepi sungai, melewati London Bridge Station yang ternyata amat sangat ramai. Orang-orang menuju More London untuk bekerja, saya malah mau jalan-jalan 🙂

Rute pertama, saya menyusuri sungai Thames dari More London di dekat Tower Bridge hingga London Bridge. Banyak orang tertukar antara dua jembatan tersebut. Tower Bridge adalah jembatan yang ada towernya di kedua sisi (ya iyalah). London Bridge sebenarnya cuma jembatan biasa, tapi gatau kenapa bisa terkenal banget, mungkin karena memakai nama London kali ya. Meskipun keliatan agak-agak mendung, tetapi sebenarnya cuaca cerah, cuman kepagian aja datengnya 😛

     

Sesampainya di London Bridge, saya menuju ke Arsenal, tetapi berhenti sebentar di St Paul’s Cathedral. Tempat ini juga merupakan landmark terkenal London. Saya sempat masuk dan mau ambil foto, tapi ditegur sama petugasnya, karena harus beli tiket dulu. Ga jadi deh masuk, cari yang gratis-gratis aja, perjalanan masih panjaaang. Oiya, di London sini, saya melihat ada dua jenis motor yang digunakan: motor ber-cc besar kayak pembalap dan motor apa ya saya juga ga ngerti, mungkin kayak vespa tapi versi modern. Orang-orang yang mengendarai motor pakai sarung tangan kayak yang digunakan untuk oven, mungkin karena amat sangat dingin kalau naik motor.

Dari St Paul’s Cathedral menuju Arsenal, sebenarnya saya juga melewati King’s Cross Station, stasiun yang ada platform milik Harry Potter. Saya tidak turun karena mengejar jam 11.30 nonton Changing Guard di Buckingham Palace (yang akhirnya juga ga keburu karena keasyikan di Emirates). Ternyata Emirates Stadium itu kecil, cuma ada stadion sama toko aja. Saya pernah lewat daerah sini ketika selesai pertandingan Arsenal vs Manchester City, orang-orang tumpah ruah di jalan. Ruame buanget.

Seusai sesi we-o-we di Emirates, saya mau ngetem dulu di kamar. Capek. Tetapi di perjalanan saya sempat berhenti di The Monument dan Borough Market. The Monument dibangun untuk mengenang kebakaran hebat di London tahun 1666. Borough Market adalah pasar tradisional, tetapi harganya mahal, ga sesuai kantong mahasiswa. Di dalamnya ada kios-kios, tetapi rapi dan bersih.

    

Second round: Chelsea. FYI, Chelsea itu jauh banget dari tempat saya, sekitar 1 jam lebih naik bis. Saya sempat mampir untuk bertemu teman di Imperial College London. Ternyata disana ada komplek museum: V&A (Victoria & Albert Museum), Natural History Musem, dan Science Museum. Sayang sekali saya sudah kesorean kesana sehingga kalaupun masuk tidak akan puas melihat-lihat. Fotonya besok aja kalau saya masuk 😀

Dalam perjalanan menuju Chelsea, saya baru benar-benar merasakan London yang sebenarnya. Di daerah barat daya (South West) London adalah daerah mahal. Mobil-mobil yang lewat benar-benar high class. Rumah-rumah terlihat sangat mahal semacam mansion. Anak-anak diasuh orang yang mungkin adalah nanny (anaknya bule tetapi pengasuhnya non bule). Saya juga sempat lewat di Harrods, mall gede banget dan super mewah. Di salah satu sudut jalan, ada juga toko kayak gini:

Daaann akhirnyaaa Chelsea Football Stadium! Kompleksnya lebih gede dari Arsenal. Suatu kompleks yang semuanya sebenarnya bukan milik Chelsea (mungkin sih ya), ada hotel, cafe, dan tempat tinggal yang tidak bernuansa Chelsea FC di dalamnya. Chelsea adalah nama daerah, sewaktu kesana saya hampir salah turun bis karena saya kira sudah sampai. Stadionnya sendiri sebenarnya juga lebih besar dari Arsenal, tetapi dari luar tidak tampak megah dan tidak ada spot foto yang bagus di depannya. Overall, saya lebih suka disini daripada di Arsenal (meskipun saya lebih ngefans Arsenal). Pegawai tokonya lebih ramah (sempet menyapa) dan yang paling penting saya bisa lihat dalamnya stadion. Rasanya benar-benar tidak tergambarkan. Bisa sih masuk dan ikut tur, tapi itu agenda kalau sudah settle aja 😀

    

Hari sudah sore dan saatnya pulang. Chelsea benar-benar jauh sampai saya turun di pemberhentian terakhir. Bonus perjalanan pulang:

          

 

:, , , , , , ,

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...