Agustina A. B.

One Month One City – Cambridge

by on Nov.07, 2014, under Life Story

Saya bukan orang yang suka jalan-jalan. Sewaktu di Indonesia pun saya jarang sekali keluar kota, bahkan keluar rumah pun jarang. Tapi setelah berkunjung ke Cambridge, saya jadi pingin jalan-jalan berbagai kota. So, resolusi untuk setahun ke depan: one city one month (kecuali Desember karena mau nonton konser), at least once in every country in the UK, watching football once, watching music concert once.

So, let’s count London as the first city in the first month (September). Karena London terlalu lengkap, saya jadi ingin melihat kota lain di UK. Tujuan pertama saya: Cambridge, 30 Oktober 2014. One day travel ini salah satu tujuannya saya ingin melihat musim gugur yang benar-benar kayak di desktop-desktop gitu. Maklum di London isinya aspal sama gedung doang. Pertama kalinya saya naik kereta disini, sendirian lagi. Berangkat dari Liverpool Street Station sampai di Cambridge pukul 10, butuh waktu sekitar 1,5 jam. Saya berkeliling Cambridge bersama seorang teman yang kuliah disana. Kotanya cukup kecil. Kami mengitari kota selama sekitar 6 jam berjalan kaki karena kereta balik saya pukul 4 sore. Sebagai gambaran, sesepi-sepinya Indonesia masih lebih ramai daripada London (yang notabene salah satu kota terbesar di dunia) dan Cambridge itu lebih sepi dari London. Jadinya super sepi banget.

Fitzwilliam Museum, tipikal museum di Inggris, ada beberapa bilik dengan koleksi dari berbagai penjuru dunia. Salah satu yang berbeda dan sangat menarik adalah ruang Armory. Pakaian-pakaian tentara abad pertengahan yang terbuat dari besi (atau baja?) dan berbagai pedang, tameng, topeng sangat menarik. Sayang saya lupa tidak mengambil kamera karena tas harus dititipin.

Selanjutnya kami masuk ke beberapa bangunan universitas Cambridge. Bangunan itu tersebar di berbagai sudut kota. Beberapa butuh tiket untuk masuk kecuali punya student card (yang mana teman saya punya). Saya juga ikut gratis karena 1 orang dengan student card bisa membawa 2 tamu.  Beberapa bangunan sangat indah dan mirip seperti di kartu pos (bahkan lebih indah). Yang menarik adalah kotanya sangat sepi dan santai, tidak seperti London yang semua orang berjalan seperti mau ngejar maling. Suasana musim gugur sangat terasa karena banyak pohon dan taman, juga sungai kecil di belakang bangunan universitas. Kami menyempatkan untuk punting di sungai tersebut. Punting adalah semacam perahu yang digerakkan dengan menancapkan tongkat hingga ke dasar sungai dan mendorongnya ke belakang. Ada sih yang bisa sewa aja kemudian punting sendiri, tapi ogah banget. Mendingan duduk-duduk sambil ngedengerin cerita masnya, berasa di Venesia (ups, belum pernah kesana sih). Enak banget dah suasananya.

Kami menyempatkan makan siang di restoran Turki. Di Cambridge tidak seperti London yang sangat multikultural. Di sini kebanyakan bule lokal sehingga agak susah cari makanan halal. Ini pertama kalinya saya makan di rstoran yang bener-bener restoran di Inggris (Chicken Cottage sama KFC ga diitung ya), maklumlah namanya juga mahasiwa. Setelah makan, kami sempat masuk ke 2 bangunan yang cukup terkenal (tapi saya lupa namanya. Habis itu segera lari ke stasiun karena udah hampir jam 4. Enam jam mungkin cukup untuk mengitari Cambridge tanpa masuk ke museum.

Sebagai mahasiswa yang sudah pernah ngekos selama 4 tahun, naluri berhemat sangatlah mendarah daging. Berikut pengeluaran saya di Cambridge:

– naik bis dari London Bridge (tempat tinggal) ke Liverpool Street Station        £ 1.45

– tiket PP London -Cambridge + booking fee                                                             £ 12.5

– punting                                                                                                                             £ 15

– makan siang di restoran Turki                                                                                    £ 11

Total                                                                                                                                    £ 39.95

Memang terlihat mahal tetapi ini sangat murah bila tidak di-kurs-kan. Bisa lebih berhemat lagi jika makan di tempat yang bukan restoran.

See you next month in the next destination.

:,

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...