Agustina A. B.

One Month One City – Dover

by on May.25, 2015, under Life Story

Liburan kali ini benar-benar membuat saya bahagia. Setelah melalui bulan yang berat karena sakit dan ujian, saya menyempatkan diri pergi ke Dover, kota pantai di Inggris yang paling dekat dengan benua Eropa. Saking dekatnya, telepon genggang saya malah menerima sinyal dari Perancis. Dover terkenal dengan tebing putih di tepi pantai.

Kami berangkat cukup pagi. Perjalanan dua jam terasa singkat karena kami melalui tempat baru, bukit-bukit pertanian yang sedang berbunga, sungguh indah. Sampai di Dover, kami berusaha mencari Western Dock karena ingin mengikuti boat tour. Kami sempat tersesat, tetapi seperti biasa, kami beruntung karena dengan keramahan orang Inggris (terutama orang di countryside), seseorang mau mengantarkan kami ke Western Dock. Pagi itu pantai masih sangat sepi, sangat tenang dan damai. Kami makan dulu di pinggir pantai, seperti biasa, fish and chips. Harganya cukup mahal, lebih mahal dari tempat lain. Akhirnya saya sadar kalau kami makan di hotel besar di tepi pantai.

Kami melanjutkan perjalanan dengan mengikuti boat tour mengelilingi Dover Port selama 45 menit. Sayangnya cuaca kurang bersahabat, hujan rintikdengan kabut tebal yang menghalangi pemandangan tebing. Tapi saya cukup bahagia karena diperbolehkan sang kapten memegang kemudi kapal. It’s just so cool!

Selanjutnya kami mengunjungi White Cliff of Dover. Tujuan pertama tentu saja visitor centre yang cukup jauh dari jalan raya. Sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi kami harus menaiki beratus-ratus anak tangga untuk naik ke atas bukit. Sesampainya di visitor centre, kami beristirahat sejenak sambil membeli sedikit souvenir. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menapaki bukit dan lembah menuju mercusuar, tempat pemberhentian berikutnya. Trek perjalanan cukup berat karena naik turun dan berada tepat di tepi tebing. Tapi semua terbayar setelah sampai di atas bukit. Pemandangan sungguh indah. Hamparan rumput yang berbunga di tepi tebing putih dengan pemandangan laut di depan mata sungguh menyejukkan. Liburan ini semakin sempurna dengan munculnyya matahari di tengah perjalanan. Perjalanan yang menurut petunjuk hanya 50 menit menjadi sangat lama karena kami terus-terusan berhenti di tengah perjalanan. Saya benar-benar ingin bermalam dan mendirikan tenda di sana.

Sampai di lighthouse, kami kembali melengkapi bekal untuk kembali. Kami melewati jalur yang berbeda, jalur yang lebih menantang karena melewati lembah curam. Lembah bernama Fan Bay itu benar-benar indah. Bentuknya seperti kipas, kecil tapi cukup dalam. Unbelievable.

Setelah sampai di tengah kota, kami makan malam dan pulang ke London. Kami memang tidak mengunjungi banyak tempat, tetapi liburan ini sangat berbekas. Hingga saya pun sempat bermimpi kalau saya masih berada di tengah-tengah hamparan rumput yang luas.

:,

2 comments for this entry:

Trackbacks / Pingbacks

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...