Agustina A. B.

Tag: beasiswa

Catatan Perjalanan 2 Tahun

by on Jun.20, 2014, under Education

Gara-gara waktu SD liat Jerman di World Cup 2002, saya jadi ngebeeet banget pingin sekolah disana. Beranjak dewasa, saya mulai berpikir realistis dan menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang impossible. Tapi setelah kuliah, asa itu kembali muncul. Dosen-dosen kebanyakan lulusan luar negeri, temen-temen juga udah banyak yang go international. It’s not that impossible! Dua tahun lalu saya memulai perjuangan mencari beasiswa. Setelah mendaki gunung lewati lembah, akhirnya penantian itu membuahkan hasil. I’m going to study in the UK!

Yep, saya perlu dua tahun untuk dapat 1 beasiswa. Semenjak akhir semester 4, saya mulai mencari universitas yang menyediakan prodi yang cocok dengan minat saya, kimia analisis. Tiap hari tak pernah absen mantengin web-web universitas di luar negeri (sambil nge-game sih, makanya betah 😀 ). Tujuan awal tentu Jerman. Akan tetapi, untuk kuliah disana perlu bisa berbahasa Jerman (dibuktikan dengan TestDaF, semacam TOEFL-nya bahasa Jerman) yang setara dengan C1 atau C2. Okelah, saya mulai les bahasa Jerman. Eh tapi tapi, saya baru tau kalo ternyata level C itu tinggi buanget. Di tempat les saya (paling murah se-Jogja karena milik kampus), paling mentok cuma sampai B1. Saya les cuma sampai level 2 di A1, level 3-nya udah males banget 😀

Nggak semua kuliah di Jerman pakai bahasa Jerman. Untuk international classes, perkuliahan dalam bahasa Inggris. Tetapi prodi yang ditawarkan hanya beberapa saja, terutama untuk ilmu-ilmu yang lagi booming. Saya masih berpikir bahwa saya ingin kuliah karena ingin ke Jerman, mau nonton bola, tur stadion di Eropa, pokoknya bukan karena hal-hal yang akademis. Tujuan pencarian berubah dari kimia analisis ke sesuatu yang lain (rahasia ya :)) Setelah banyak berdiskusi, alhamdulillah saya kembali ke jalan yang benar dan niat ke sana untuk sekolah :). Dari situlah saya sudah tidak mulai ngotot ke Jerman.

Saya beberapa kali ikut seminar-seminar beasiswa dan pameran pendidikan, tentu saya pilih yang gratisan. Tidak semua yang gratis itu jelek karena saya pernah menghadiri seminar gratis dengan pembicara Ahmad Fuadi dan Muhammad Assad (penulis Notes from Qatar). Tips: jangan lupa bertanya di acara tersebut, kan lumayan juga udah gratis pulangnya bawa souvenir 😀

Sepertinya saya sudah tau apa yang perlu dilakukan untuk bisa mendaftar. Tapi saya belum segera memulainya. Entah kenapa masih merasa nggak pede untuk daftar, takut kalau gagal. Setelah mendapatkan trigger dan momen yang pas, akhirnya saya mulai mendaftar. Satu, dua, akhirnya keterusan mendaftar dan mendaftar lagi. Puluhan profesor sudah saya kontak, belasan beasiswa sudah saya daftar, beberapa LoA sudah saya dapatkan. Alhamdulillah sekarang saya sudah lolos wawancara Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP. Memang secara resmi belum dinyatakan sebagai penerima beasiswa karena masih kurang 1 tahap lagi, tetapi setidaknya sudah ada titik terang. Berikut beasiswa yang pernah saya daftar:

  1. NIPS Scholarship
  2. Lotus III
  3. Chevening
  4. Faculty for the Future
  5. Swap and Transfer
  6. Lotus Unlimited
  7. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI LPDP)
  8. Monbukagakusho
  9. Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI LPDP)
  10. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI LPDP) *untuk kedua kalinya
  11. dan beberapa beasiswa dari universitas

Tips mendapatkan beasiswa:

  1. Niat dan tujuan. Ini yang membuat kita bisa betah berusaha.
  2. Ridho orang tua. Ini pertama dan utama karena terbukti manjur banget. Walaupun berkas udah very awesome, tanpa ini insyaallah ga diterima. Ridho ibu adalah ridho Allah.
  3. Doa itu penting. Semua ada waktunya, kalau belum rejeki ya berarti kita harus coba lagi dan lagi.
  4. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi. Jangan malas membaca. Jangan malas bertanya, tapi tolong bertanyalah setelah selesai membaca. Kasian yang ditanyai jika terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya bisa dicari sendiri.
  5. Take action! Persiapkan semua berkas. Mendaftarlah jika anda memenuhi persyaratan beasiswa. 90% saya tidak diterima karena memang nggak eligible tapi nekat daftar (akibat banyak membaca beberapa pengalaman orang yang diterima meskipun syarat tidak terpenuhi).
  6. Diterima? Alhamdulillah. Tidak diterima? Ulangi step 3-5. Mendaftar untuk pertama kalinya adalah hal yang sulit. Jika tidak diterima, teruslah mencoba karena percobaan selanjutnya dijamin lebih gampang.

Break dulu sejenak. Tunggu cerita dan tips selanjutnya ya 🙂

8 Comments :, , , , more...

Saya dan Beasiswa Eka Tjipta Foundation

by on Apr.21, 2013, under Education

Alhamdulillah, yang berkesempatan kuliah di UGM sangat beruntung karena cukup mudah untuk mendapatkan beasiswa. Yang paling umum adalah beasiswa PPA dan BBM dari pemerintah Indonesia. Saya sempat mendapatkannya saat semester 1. Tapi beasiswa itu harus diperbarui tiap semester (atau tiap tahun saya kurang paham). Untuk orang yang tidak mau repot seperti saya, beasiswa full sampai lulus sangat membantu 😀

Salah satunya adalah beasiswa dari Eka Tjipta Foundation, organisasi non-profit milik Sinar Mas Group. Saya adalah salah satu (continue reading…)

38 Comments :, , more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...