Agustina A. B.

Tag: perang dunia i

Ieper/Ypres

by on Dec.25, 2016, under Life Story

Ieper, sebuah kota kecil di bagian utara Belgia yang merupakan salah satu tempat puncak terjadinya Perang Dunia I. Turun di stasiun, saya berjalan melalui Ramparts walk, yaitu jalur yang melalui benteng kota. Benteng ini sebenarnya dibuat berabad-abad yang lalu, tetapi dimodifikasi berulang kali, dan disesuaikan juga ketika terjadi Perang Dunia I. Kebetulan sekarang H-1 Natal dan masih pagi sehingga suasana masih sepi. Saya sangat menikmati berjaan di pinggir sungai sambil ditemani semilir angin musim dingin. Terdapat berbagai penjelasan tentang bagian-bagian benteng ini di sepanjang jalan. Perjalanan berakhir di Menenpoort, yaitu sebuah bangunan yang memuat nama-nama tentara Perang Dunia I yang meninggal tetapi tidak ditemukan jasadnya. Perasaan seperti disayat ketika berjalan di antara nama-nama ini.

Selanjutnya saya menuju In Flanders Fields Museum, yaitu museum tentang Perang Dunia I. Saya juga membeli tiket untuk naik ke bell tower, yang mana saya harus naik tangga melingkar sebanyak 231 anak tangga, sampai di atas sangat dingin dan malangnya lagi loncengnya sedang berbunyi. Not recommended!

Lupakan tentang bell tower, museumnya sendiri menurut saya sangat bangus. Tidak sebesar, semewah, dan selengkap Imperial War Museum di London tapi In Flanders Fields Museum terasa lebih personal dan sangat menyentuh. Banyak kisah personal tentara, dari pangkat rendah hingga pangkat tinggi, yang diceritakan ketika berperang di Ieper dan sekitarnya. Misalnya seorang tentara yang menulis kartu pos untuk mengabarkan bahwa dia baik-baik saja kepada istrinya. Kartu pos itu disimpan di saku baju dan belum sempat dikirim. Tentara itu tertembak, meninggal, dan pelurunya menembus kartu pos itu. Ada juga kisah tentang gadis-gadis muda yang pertama kali masuk rumah sakit untuk menjadi perawat (tanpa pelatihan) dan melihat banyak tentara yang terluka. Perawat-perawat itu tidak tega, “It does not hurt the dead but the witness.”

Beberapa kisah diceritakan dengan bentuk video seperti orang yang benar-benar mengobrol dengan kita sehingga terasa sangat personal. Pada perang ini, Jerman pertama kalinya menggunakan senjata kimia, yaitu gas klorin. Salah satu video menerangkan aliran angin yang membawa gas, dengan peta jaman sekarang. Sewaktu pulang melewati lapangan-lapangan ini, saya jadi membayangkan kepedihan peristiwa seratus tahun lalu.

Penjelasan tidak melulu pro Allied Powers. Diceritakan beberapa propaganda perang dimana Jerman tidak berhasil karena persebaran surat kabar kurang merata. Sedangkan propaganda Allied Powers berhasil membuat rakyat percaya bahwa Jerman bangsa yang barbar dengan menceritakan bahwa mereka menyiksa dan membunuh wanita, orang tua, dan anak-anak. Hingga pada waktunya Jerman mengirim gas beracun, orang-orang makin percaya bahwa mereka benar-benar barbar. Koleksi seragam dinarasikan bahwa ketika seseorang setuju menerima dan memakai baju seragam untuk pertama kalinya, saat itu juga dia kehilangan hak-hak rakyat sipil, kemudian dia juga akan kehilangan hak kebebasan.

Saya salut bahwa bangsa-bangsa yang terlibat dalam perang ini benar-benar menghargai tentaranya. Tidak hanya dari suku atau ras mereka, misalnya British Empire juga membuat plakat untuk mengenang tentara dari India. Perancis juga melakukan hal yang sama untuk tentara dari Aljazair, dengan spesifik menyebut mereka beragama Islam.

Dari kisah-kisah di atas, saya heran mengapa orang masih perang dan perang. Caption dari Perang Dunia I adalah “The war to end war” tapi tentu sekarang kita tahu itu tidak benar. Di galeri selanjutnya saya menemukan sebuah (dari banyak) jawaban. Ada (mungkin banyak) orang yang terobsesi berperang. Salah satu kisah menceritakan seorang Amerika yang ingin menjadi pilot perang hingga pergi ke Kanada untuk mengkuti pelatihan. Tetapi dia selesai pelatihan ketika perang juga berakhir. Dia depresi dan berusaha meniru kedaan orang yang teruka akibat perang selama bertahun-tahun sampai akhirnya dia menemukan “pelarian” dengan menulis cerita.

Ieper kota kecil yang indah. Kisah tentang perang memang menyayat hati bila benar-benar diselami. Di sekitar Ieper juga terdapat banyak makam-makam tentara perang, tetapi sayangnya saya belum sempat mengunjungi karena sudah mulai mendung dan gelap (saya tidak ingin terbawa suasana malam-malam). I’ll be back Ieper!

Leave a Comment :, , , , more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...